×

Langganan Artikel Bukit Buku

Sungai Menuju Rumahmu

Sungai Menuju Rumahmu

Jika benar sungai itu 

sebuah jalan menuju 

rumahmu 

Menuju ketiadaanmu 

yang sama sekali tak pernah 

ditunggu-tunggu

 

Hunilah bersama kerikil 

dan batu-batu 

Sebab petang nanti, 

sore sudah seperti diri lain 

yang asing untuk sekadar mengucap, 

“Selamat malam, Petang. 

Selamat menjadi diri yang panjang-panjang.”

 

Jika benar sungai di hari depan 

sebuah perkara baru 

untuk memuja 

kepergian-kepergianmu

 

Maka kejarlah apa saja 

yang kerap menjadikanmu

asing terhadap hari-hari burukmu

 

Bagaimana hari depan 

dan hari-hari kemudian 

Semua yang tumbang, 

segala yang tak lagi dimiliki 

orang-orang

 

Jika benar sungai itu

jalan menuju rumahmu 

Adalah dunia yang putus asa 

yang tak sanggup lagi bersuara 

Tak sanggup mengucapkan kesungguhan untuk segala 

keburukan-keburukan 

yang kita tinggalkan 

Sama sekali tak sanggup 

kita tanggalkan

 

Kemudian di hari-hari 

berikutnya 

Semua orang bertanya, 

Sudikah kiranya sejenak saja meluapkan kembali kepedihan 

di jalan-jalan menuju sungai yang sama sekali tak pernah 

ke rumahmu itu?

 

Tayu-Pati, Agustus 2023

Setia Naka Andrian, lahir dan tinggal di Kota Kendal sejak 4 Februari 1989. Pengajar di Universitas PGRI Semarang. Buku puisinya Bermula Kembara Bermuara Kendara (Sangkar Arah Pustaka, 2021) memperoleh nominasi Antologi Puisi Terbaik Prasidatama 2022 dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Buku puisi terbarunya, Apakah Surga itu Sebuah Agama (Sangkar Arah Pustaka, 2022). 

Footer